Jokowi Kecewa Berat, Bisa Saja Moeldoko Direshuffle Pertengahan Tahun, Simak Selengkapnya!

275

Tiger.CO – Isu upaya kudeta Partai Demokrat yang dihubungkan dengan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko akan menjadi perhatian Presiden Joko Widodo.

Analis politik Iwel Sastra mengatakan, hal utama yang membuat ini menjadi perhatian Presiden, karena isu tersebut mencuat di saat Kepala Negara terus mengingatkan para menteri dan pembantunya untuk fokus menangani Covid-19.


“Jika ada kemudian pembantunya malah fokus pada urusan lain, apalagi urusan politik yang terkait dengan kekuasaan, sepertinya Presiden akan kecewa berat,” ujar Iwel kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (6/2).
Apalagi, masalah ini menjadi bola panas yang sampai sekarang beritanya masih terus dibicarakan di tengah masyarakat.


“Bisa saja nanti jika pertengahan tahun ini ada reshuffle, maka (Moeldoko) ikut direshuffle,” ucap Iwel, Direktur Mahara Leadership itu.


Informasi yang beredar, Jokowi sudah menegur keras Moeldoko karena telah membuat gaduh di tengah kerepotan pemerintah menangani pandemi Covid-19.


Terkait isu reshuffle jilid II pemerintahan Jokowi-Maruf pertama disampaikan Ketua relawan Joko Mania, Emmanuel Ebenezer. Dia mengatakan, Presiden Jokowi dalam waktu dekat akan melakukan perombakan kabinet. (RMOL)

Selain Moeldoko, Ini 4 Orang Lain Yang Diduga Jadi Dalang Kudeta Demokrat

Selain Moeldoko, Ini 4 Orang Lain Yang Diduga Jadi Dalang Kudeta Demokrat

Tiger.CO – Gerakan dan manuver politik oleh segelintir kader dan mantan kader untuk mengkudeta Demokrat sampai ke telinga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Disebutkan bahwa ada lima orang yang menggalang kudeta tersebut. Mereka berasal pihak internal dan luar atau eksternal partai, yang dilakukan secara sistematis.


AHY dalam jumpa persnya menyebut bahwa mereka terdiri dari 1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai, karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu.


Sementara satu lagi adalah non kader partai yang kini menjadi seorang pejabat tinggi pemerintahan.

Halaman: 1 2

You might also like
close